Skip to content

Rabu, 06 November 2019

GAMES PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA


Proses pembelajaran sejarah indonesia 

www.sma3rembang.sch.id - REMBANG, Kamis (7/11) Kegiatan pembelajaran mata pelajaran Sejarah Indonesia pada jam ke 5-6 tepatnya pukul 11.20-11.45 WIB di kelas XI MIPA 2,SMA N 3 Rembang. Guru mata pelajarannya adalah Bapak Muslim,S.Pd. Suasananya berlangsung secara nyaman, menyenangkan, dan tertib.

Pada saat pembelajaran siswa-siswi sangat antusias mengikuti pembelajarannya. Materi pembelajarannya berbentuk games, yang memanfaatkan smartphone. Materi yang disampaikan tentang demokrasi liberal.

"Manfaat demokrasi liberal unjtuk bangsa Indonesia yaitu dapat belajar dari demokrasi yang pernah ada di Indonesia pada awal kemerdekaan yang terjadi silih berganti kabinet, tetapi tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun ada perbedaan pendapat dan kebijakan tidak menimbulkan perpecahan dan mempertahankan kemerdekaan". tegas Pak Muslim, S.Pd, guru Sejarah Indonesia SMA Negeri 3 Rembang.

Salah satu siswa mengatakan bahwa pelajaran tersebut pembahasannya sangat mudah dipahami dan dapat mengetahui sejarah Indonesia zaman dahulu.



penulis         : Selviana dan Efa
editor           : Siti Farihah,M.Pd
fotografer    : Wijaya 
penyelaras   : Lya Indah Eko Yussy A, S.Pd

Teknik Menulis Artikel untuk Tugas Kunjungan Lapangan


Tulisan ini diperuntukkan kepada para siswa jurusan IPS mapel sosiologi yang pembelajarannya menggunakan metode kunjungan lapangan. Tulisan yang cukup singkat ini, difokuskan untuk pedoman dalam menyusun artikel sosial sederhana. Tentu saja, hanya berisikan sistematika tulisan dan deskripsi singkat. Beberapa tautan juga disajikan dalam rangka menambah khasanah agar artikel untuk tugas kunjungan lapangan mudah dikerjakan para siswa. 

baca juga Mengenal Kunjungan Lapangan 
baca juga Buku Pedoman Kunjungan Lapangan 
baca juga Contoh Poster Kunjungan Lapangan 

Sebelum membahas teknik menulis artikel, terlebih dahulu disajikan ulasan singkat tentang posisi artikel terhadap kunjungan lapangan. 

Yang dimasud artikel disini adalah wujud dari sebuah produk pembelajaran. Maksudnya adalah setelah melakukan proses pembelajaran, peserta didik diberi tugas membuat artikel yang nantinya digunakan untuk bahan penilaian autentik (penilaian berdasar produk/ karya). 

Yang dimaksud kunjungan lapangan disini adalah  metode pembelajaran alternatif pada mata pelajaran ilmu-ilmu sosial yang menekankan wawancara dan pengamatan. Maksudnya adalah suatu model pembelajaran yang cara kerjanya menghimpun data-data lapangan (primer) untuk diolah, disajikan, dan dipublikasikan kepada publik. Jadi penekanan bukan pada aktivitas jalan-jalan, tetapi fokus pada menghimpun informasi-informasi berbasis pengamatan dan wawancara dari berbagai sumber belajar. 

baca juga Pembelajaran Penelitian Sosial Sederhana 
baca juga Desain Pembelajaran Pengamatan 

Tentu saja yang dihimpun bukanlah data serampangan. Data yang dihimpun adalah kumpulan daftar pertanyaan dan wawancara pada sebuah lembar kerja siswa. Adapun lembar kerja siswa merupakan penyederhadanaan dari Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi yang telah disusun secara sistematik dan apik oleh Guru dalam RPP. Sebut saja, lembar kerja siswa adalah instrumen dalam menjawab bagaimana siswa mampu mencapai kompetensi yang ada. 

baca juga RPP Masalah Sosial 

Dengan demikian, berdasar batasan istilah "artikel" dan "kunjungan lapangan" tersebut sangat berhubungan. Dimana, artikel merupakan produk autentik dari proses pembelajaran yang tidak lain adalah kunjungan lapangan. Selanjutnya, adalah uraian tentang teknik menulis artikel untuk tugas kunjungan lapangan. 

baca juga  Instrumen pengamatan dan wawancara 

Berdasarkan subjeknya, artikel tugas pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu artikel tugas individu dan artikel tugas untuk kelompok.  Artikel tugas individu adalah hasil karya tulis yang dibuat oleh satu siswa yang biasa berfungsi untuk bahan penilaian. Adapun artikel tugas kelompok adalah hasil karya tulis yang dibuat oleh beberapa siswa yang fungsinya relatif sama dengan artikel individu, yaitu menjadi bahan penilaian pula.

Berikut ini merupakan teknik menulis artikel untuk tugas kunjungan lapangan.

A. Perhatikan Sistematika Artikel

Secara umum, sistematika artikel adalah sebagai berikut.

  • Judul 
  • Nama Penulis 
  • Bagian Pendahuluan 
  • Bagian Isi 
  • Bagian Penutup 
  • Lampiran Pendukung 

baca juga Teknik Menyusun Laporan Kegiatan 


Keterangan:

  • Judul biasanya ditulis singkat, jelas, dan menarik. Setiap kata pada judul, diawali dengan huruf kapial. Contoh: "Perubahan Sosial Desaku, Desa Pamotan"
  • Nama penulis di tulis dengan nama lenkap. Penulisan nama sebaiknya tidak disingkat. Dan sertakan pula status jenjang kelas dan institusi. Contoh: "Siti Khotijah, kelas XI IPS 1, siswa SMA Negeri 1 Pamotan. 
  • Bagian pendahuluan pada umumnya berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan. Namun dalam artikel tugas kali ini, difokuskan pada deskripsi proses penulisannya. Proses penulisan yang dimaksud adalah menceritakan metode penulisannya. Isi dari metode penulisan yaitu tentang; maksud atau tujuan tulisan, pertanyaan utama yang hendak dijawab, lokasi kunjungan, waktu pelaksanaan, peserta kunjungan, informan (nara sumber) yang diwawancari, perilaku dan objek yang diamati, alat pendukung pengamatan (daftar pertanyaan, daftar pengamatan, alat dokumentasi), proses olah data, proses analisis data, hambatan saat dilapangan dan solusinya, serta pengalaman yang didapat. 
  • Bagian Isi artikel berisikan tentang deskripsi tentang deskripsi point-point penting dari kunjungan lapangan. Pada dasarnya, pada bagian ini memuat tentang data lapangan. Melalui bagian isi ini, proses kunjungan lapangan diceritakan. Sehingga ketika dibaca, seolah-olah pembaca juga melakukan kunjungan lapangan. Poin-poin penting yang ada dalam bagian isi diantaranya; proses persiapan kunjungan lapangan, proses perjalanan menuju lokasi kunjungan, siapa yang ditemui dan siapa saja yang diwawancari kemudian apasaja yang disampaikannya, apa saja yang dilihat dan bagaimana keadaan dan peristiwanya, hal-hal yang menarik yang menjadi fokus pengamatannya, pelajaran yang dapat diambil dari proses kunjungan lapangan, dan lain-lain. Pada dasarnya, bagian isi adalah menyajikan apa saja yang didapatkan saat kunjungan lapangan. Pada bagian ini, juga sangat penting untuk disertakan foto dan atau video pendukung artikel. Petikan wawancara langsung juga sangat penting untuk dimasukkan pada bagian isi. 
  • Bagian Penutup yaitu bagian artikel yang memuat tentang pandangan penulis tentang sesuatu yang menarik dari hal yang dikunjungi. Jika pada bagian isi, penulis memberi ruang kepada objek dan peristiwa yang dikunjungi, maka pada bagian penutup adalah ruang khusus untuk penulis. Hal-hal yang bisa disajikan dalam bagian penutup adalah tentang hal-hal penting misalnya tentang kearifan lokal, kekhasan yang unik, dan yang lebih penting lagi adalah pembelajaran apa yang menarik dan bermanfaat untuk penulis dan para pembaca. Pada bagian ini juga dapat dikatakan bagian yang memuat analisis sederhana dari data lapangan yang didapat, hingga transformasi gagasan untuk hal lain. Namun yang perlu difokuskan, pada bagian ini merupakan cerminan dari kompetensi dasar yang diraih peserta didik, hingga secara detail dapat mengukur tingkat indikator pencapaian kompetensi yang diraih peserta didik pascakunjungan lapangan. 
  • Lampiran pendukung berisikan tentang daftar informan (orang yang diwawancarai) dengan menyertakan foto yang bersangkutan. Dalam bagian ini, juga dapat disertakan pula tentang pedoman wawancara dan pengamatan saat kunjungan lapangan. Bagian ini juga dapat disertakan data primer lapangan misalnya dokumen, foto, rekaman video, dan atau rekaman audio. 
baca juga Langkah Pembelajaran Kelompok Sosial 
baca juga Pedoman Penelitian di Pasar Hewan 
baca juga Pedoman Penelitian di Pasar Tradisional 
baca juga Pedoman Penelitian Rempah-rempah 

B. Deskripsi Proses dan Hasil Lapangan

Kekuatan dari artikel kunjungan lapangan adalah menyajikan secara penuh dan gamblang tentang data lapangan dari suatu kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan. Apa saja yang ditemui, apa saja yang ditanyakan, jawaban apa saja yang didapat, hal apa saya yang didengar, peristiwa dan perilaku apa saja yang diamati, hal apa saja yang dirasakan, dan hal-hal lainnya, sangat penting untuk disajikan pada deskripsi proses. 

Pada deskripsi proses, yang menjadi penting adalah menyajikan data secara "jujur" dan "apa adanya" dengan pendekatan sajian yang menarik. Deskripsi proses sangat anti dengan data copy-paste. Data asli dari lapangan adalah fokusnya. 

Selain deskripsi proses, selanjutnya adalah hasil lapangan. Pada dasarnya deskripsi proses dan hasil lapangan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Deskripsi proses adalah berisikan tentang proses mendapatkan data saat kunjungan lapangan. Sedangkan hasil lapangan adalah informasi tentang data yang didapatkan dari kunjungan lapangan, dengan disajikan dalam bentuk narasi deskriptif secara menarik. 

Hal yang perlu diperhatikan pada bagian deskripsi proses dan hasil lapangan adalah penulis tidak boleh banyak berargumen. Peran penulis adalah menyampaikan informasi tentang hal apa saja yang didapatkan saat kunjungan lapangan. Sehingga syarat utama seorang penulis adalah hadir, dan tidak bisa digantikan saat kunjungan lapangan. 

Walaupun demikian, dalam bagian dan hasil lapangan, peserta didik diharapkan selalu menggunakan alur pedoman lembar kerja yang telah tersedia sehingga bisa fokus dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. 

C. Analisis Data Lapangan dan Transformasi Gagasan

Selain bagian proses dan hasil lapangan, hal yang penting ditekankan adalah analisis data lapangan dan transformasi gagasan. Untuk tingkat pemula, analisis data lapangan yang ditekankan adalah mengolah informasi yang didapatkan untuk menjawab lembar kerja yang telah tersediakan. 

Contoh, ketika penulis fokus pada strategi adaptasi masyarakat nelayan dalam menangkap ikan, maka analisis data lapangan difokuskan pada mengolah data tentang hasil wawancara, hasil pengamatan, dan bukti-bukti dokumen tentang strategi adaptasi masyarakat nelayan dalam menangkap ikan. Apakah strategi adaptasi menangkap ikan mereka itu ramah lingkungan, atau beresiko, tergantung dari data yang diperoleh dengan dihubungan dengan kajian referensi yang dipilih. 

Selanjutnya untuk bagian transformasi gagasan adalah menyajikan hal-hal yang menarik yang didapat dari kunjungan lapangan untuk dapat dikabarkan dan dicontoh oleh yang lain. 

Contoh misalnya, 

Suatu ketika dilakukan kunjungan lapangan pada kelompok sosial masyarakat pedesaan. Fokus kunjungannya adalah pada mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang ada. Misal, dalam kunjungan lapangan tersebut ditemukan masalah sosialnya adalah kelangkaan air bersih. Dan pada saat yang sama, kelompok sosial tersebut memiliki ide dan kreativitas dalam mengatasi kelangkaan air bersih yaitu dengan membuat resapan berbasis rumah tangga. 

Dari ilustrasi tersebut tampak ada hal menarik yang ditemukan saat peserta didik melakukan kunjungan lapangan. Yaitu perilaku masyarakat membuat resapan air berbasis rumah tangga dalam mengatasi masalah kelangkaan air di pedesaan. Dari hal yang didapatkan tersebut, penulis kemudian dapat menggunakan ide dan gagasannya untuk kelompok sosial lain yang mengalami masalah yang sama. Inilah yang contoh dari apa yang dimaksud dengan transformasi gagasan. 

Pada bagian ini, dapat dikatakan sebagai ruang untuk penghargaan untuk kelompok masyarakat yang dikunjungi.  

D. Penyertaan Foto dan Video

baca juga Literasi Foto Video 

Penyertaan foto dan video proses kunjungan lapangan sangat penting untuk diperhatikan. Foto dan video yang disajikan dalam artikel atau dilampirkan, fungsi utamanya adalah untuk supporting data. Suatu artikel yang didukung data yang lengkap, akan bermanfaat dalam menyajikan informasi hasil kunjungan lapangan. Selain itu, foto dan video sangat besar peranannya dalam menjawab keaslian dari data, dan juga menjadi data menarik untuk dikenang bersama-sama. 

baca juga Teknik Merekam Video 

Data apa saja yang perlu dilengkapi foto? Dan video apa saja yang perlu disertakan dalam artikel? Tentu saja adalah foto dan video yang berhubungan dengan data. 

baca juga Teknik Foto Bagus 

Contoh, data tentang suasana tempat kunjungan, data tentang perilaku dan peristiwa, data tentang alat, data tentang proses kunjungan, dan lain-lain. Jika data tersebut disertakan foto dan atau video, maka data yang disampaikan akan semakin berharga. 

Demikian tulisan singkat dan sederhana tentang teknis menulis artikel untuk tugas kunjungan lapangan. Semoga bermanfaat. Salam literasi. 

Penulis: Suhadi, guru sosiologi SMA Negeri 1 Pamotan 


Sumber: https://metodekunjunganlapangan.blogspot.com/2019/08/teknik-menulis-artikel-untuk-tugas.html

Teknik Merekam Video dengan Smartphone Hasil Bagus


Artikel ini merupakan bahan penguatan kapasitas peserta didik dalam menghasilkan produk keterampilan (proyek dan portfolio) pada mata pelajaran sosiologi. Berikut langkah-langkah praktis dalam menggunakan smartphone dalam menghasilkan produk video.

 Semua smartphone sama saja, asal ada kameranya

Semua smartphone sama saja, asal ada kameranya bisa dipakai kok. Nggak harus smartphone mahal

Ternyata bikin video smartphone itu simple lho! Nggak seribet yang dibayangkan. Setelah mengikuti kelas smartphone videografi bersama mas Teguh Sudarisman, ada sebuah gambaran simple dalam membuat video menggunakan smartphone. Meskipun keterbatasan alat (hanya menggunakan smartphone) hasilnya pun nggak kalah bagus kok dari hasil videografer profesional!

Kalau ada, Gunakan Alat Pendukung 

Kamu bisa menggunakan alat-alat pendukung tambahan untuk proses pengambilan video
Biar hasil videomu lebih maksimal, Kamu bisa gunakan alat-alat yang mendukung proses pengambilan gambar. Kamu bisa menggunakan tripod agar hasil videomu tidak goyang. Kamu pun bisa menggunakan stabilizer saat Kamu mengambil gambar sambil jalan.

Stabilizer ini membantu agar gambar yang Kamu hasilkan tidak goyang meskipun Kamu mengambilnya dengan sambil berlari.

Bikin story board 

Bikin story board atau konsep video yang akan Kamu buat

Konsep ini penting banget. Buat semacam cerita pendek untuk video yang akan Kamu produksi. Anggap saja ini sebuah skenario cerita dalam video Kamu. Misalnya Kamu ingin mengambil video perjalanan, maka Kamu harus susun konsepnya saperti apa, dan menentukan angle yang pas.

Buat Kalender Liputan

Kamu bisa merencanakan liputan, sesuai dengan konsep yang Kamu buat

Setelah konsep yang Kamu buat sudah matang silahkan rencanakan liputan. Di mana Kamu akan mengambil gambar, siapa tokoh yang menjadi obyek dalam cerita di video Kamu hingga aktivitas yang menggambarkan isi dari video Kamu.

Proses Pengambilan Gambar

Setelah konsep matang, Kamu bisa memulai untuk proses pengambilan gambar

Konsep sudah matang? Oke, segera lakukan proses pengambilan gambar sesuai dengan rencana yang sudah matang. Lakukan pengambilan gambar di lokasi yang sudah Kamu tentukan sebelumnya. Jika ada perubahan dari konsep yang Kamu bikin sebelumnya maka bisa dipastikan bahwa konsep Kamu belum matang.

Posisi smartphone

Untuk bisa mengambil video dengan kualitas bagus, cari posisi yang ideal jarak obyek yang akan kita ambil.

Semakin jauh jarak kita maka dapat dipastikan kualitas video akan kurang bagus. Mengingat kemampuan kamera smartphone yang terbatas.

Untuk posisi yang bisa mempengaruhi pengambilan video, anda perlu memperhatikan posisi pencahayaan yang tepat.

Hindari kontras dengan sumber cahaya, melawan sumber cahaya dan atur Angle yang menurut anda paling pas

Jangan gunakan Zoom in

Dimana smartphone memiliki fitur untuk memperbesar/jarak hasil video, namun sebaiknya hindari penggunaan zoom in, karena hasil video bisa dipastikan akan berkurang dari segi kualitas, dan video yang dihasilkan juga akan rentan dengan guncangan dan blur.

Memaksimalkan pengaturan Kamera 

Sebelum merekam, atur fitur yang dimiliki smartphone nada, mulai dari pencahayaan. Kualitas video yang dihasilkan, seperti pemilihan kualitas bagus ( hight quality ) sama seperti ketika kita akan mengambil foto.

Bersihkan Lensa Kamera

Terdengar konyol dan simpel sih, tapi kalau kamu gak membersihkan dan membiarkan lensa kamera smartphone Android kotor bisa jadi kamu gak bisa merekam video berkualitas lho. Membersihkan lensa kamera smartphone Android juga mengurangi kemungkinan ada noise selama perekaman, sehingga hasil shoot jadi lebih jernih dan mulus.

Kamu bisa pakai apa saja untuk membersihkan lensa kamera smartphone Android. Namun, lebih baik kamu menggunakan tisu lembut atau kain untuk membersihkan lensa kacamata.

Hindari Mengaktifkan Pengaturan EIS

Karena pengaturan Electrical Image Stabilization bisa bikin kualitas video malah turun. Meski pada umumnya EIS ini membantu secara otomatis agar video yang kamu rekam hasilnya lebih bagus, pengaturan ini justru bikin kualitas video malah jelek.

Rekam Hanya Dengan Posisi Horisontal 

merekam dengan kamera smartphone Android memang gak bisa sembarangan. Kamu hanya diperkenankan memosisikan kamera smartphone Android-mu secara horisontal. Hal ini perlu dilakukan agar hasil rekaman lebih estetis dan mudah ketika mau di-upload ke channel YouTube atau sekadar dibagi di Instagram.

Merekam dalam posisi horisontal juga bisa memudahkanmu saat akan mengedit, karena gak ada sisa border berwarna hitam yang bisa bikin tampilan video jadi kurang menarik.

Cari Posisi Yang Tepat

Untuk mengambil gambar yang bagus sebaiknya dengan cara horizontal bukan secara vertikal (tegak). Jika kalian ingin video nantinya di tonton dalam ukuran penuh pada monitor atau layar televisi maka cara terbaik ialah dengan cara merekam video secara horizontal atau menyamping bukan secara vertikal (tegak).

Posisi Tangan Harus Stabil

Kalian harus memperhatikan cara memegang smartphone pada saat pengambilan video, karena hal tersebut sangat penting. Agar tangan stabil saat pengambilan video kalian harus menggunakan kedua tangan dan mengunci siku ke perut untuk menjaga stabilitas dari kamera smartphone. Sehingga video yang diambil tidak bergetar dan hasilnya berkualitas. Jangan mengambil video menggunakan satu tangan, karena hasilnya akan buram karena goyang.

Kuasai  Pencahayaan 

Bagi profesional cahaya memiliki peranan yang sangat penting dalam menghasilkan video dengan kualitas yang baik. Selain memperterang gambar, arah cahaya juga dapat mempengaruhi kesan dan dimensi pada sebuah gambar.

Berikut poin-poin dasar yang harus kita pahami tentang pencahayaan :

• Usahakan memilih lokasi dengan cahaya yang cukup. Pada kondisi cahaya yang kurang video akan cenderung gelap dan noise.

• Jika merekam di dalam ruangan pilih lokasi dekat jendela, manfaatkan cahaya yang berasal dari luar jendela untuk menerangi objek.

• Untuk lokasi di luar ruangan, hindari merekam video pada tengah hari karena cahaya matahari dari arah atas akan menghasilkan pencahayaan yang keras dengan bayangan yang tidak enak dilihat. Kecuali kita gunakan reflektor atau lampu dari bawah objek untuk mengeliminasi bayangan.

• Waktu ideal untuk pengambilan gambar di luar ruangan adalah pagi sekitar pukul 06.00 - 09.00, dan sore sekitar pukul 15.00 - 17.30.

• Hindari merekam dengan kamera menghadap sumber cahaya, kecuali kita sudah paham dengan teknik backlight atau sengaja ingin membuat silluet. Karena pada kondisi backlight objek akan cenderung lebih gelap daripada background.

Pastikan Suara Terekam 

Rata-rata rekaman video hasil dari kamera ponsel memiliki kualitas suara yang kurang jelas atau cenderung noise. Hal inilah yang sering disebut-sebut sebagai video amatir, bukan profesional.

Untuk mengatasi hal ini cobalah beberapa trik berikut :

• Untuk mengambil suara orang yang sedang bicara, cobalah merekam lebih dekat terhadap objek. Dengan mendekat pada objek, suara objek akan lebih dominan ketimbang suara yang tidak diinginkan.

• Usahakan merekam di tempat yang jauh dari keramaian. Kalau perlu pilih lokasi yang kedap suara, misal : numpang di studio musik tempat latihan band. Hahaha!

• Rekamlah sebuah adegan sebanyak dua kali, pertama rekam sedekat mungkin dengan objek, kedua rekam pada jarak normal sesuai dengan komposisi yang pas. Kemudian kita gabungkan kedua rekaman menggunakan software editing, tentunya dengan mempertahankan tempo yang sama pada kedua rekaman.

• Jika kita ingin lebih serius lagi, rekam secara terpisah antara video dan suara. Gunakan recorder portabel yang dilengkapi dengan fasilitas windcut/ noise reduction. (Ini baru profesional)

Fokuskan Gambar 

Pastikan gambar benar-benar fokus sebelum menekan tombol rekam untuk gambar video yang tajam.

Edit bahan 

Setelah video direkam, Anda memiliki tiga opsi. Anda dapat mengeditnya sendiri, atau meminta seseorang untuk mengedit video Anda.



Catatan: Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber, dengan menautkan sumber di sub artikel

Sumber: https://metodekunjunganlapangan.blogspot.com/2019/03/teknik-merekam-video-dengan-smartphone.html

Teknik Foto Bagus dengan Smartphone - Seri Penguatan Kapasitas

Artikel ini merupakan bahan penguatan kapasitas peserta didik dalam menghasilkan produk keterampilan (proyek dan portfolio) pada mata pelajaran sosiologi. Berikut langkah-langkah praktis dalam menggunakan smartphone dalam menghasilkan produk foto.

Cari Pencahayaan Alami

Ketika memotret di dalam ruangan, usahakan untuk memilih tempat yang dekat dengan jendela sehingga obyek foto bisa mendapatkan pencahayaan alami dari sinar matahari yang masuk melalui jendela.

Sedangkan jika memotret di luar ruangan, ingatlah bahwa waktu terbaik untuk memotret dengan cahaya yang tepat adalah pada pagi hari dan sore hari. Jika memotret dilakukan pada siang hari di luar ruangan, hasil foto akan terlalu kontras pada area gelap dan terang.

Cari Sudut Pandang yang Unik

Hasil foto yang bagus tidak hanya bergantung pada kamera dan lensa yang digunakan, tapi juga beberapa faktor lain seperti sudut pandang yang baik. Untuk itu, kita perlu berlatih lebih banyak agar bisa mendapatkan sudut pandang yang unik namun tetap menarik.

Tidak ada salahnya untuk melupakan segala teori yang ada terkait komposisi dan sudut pandang. Bebaskan kreativitasmu, dijamin, foto yang dihasilkan tidak akan membosankan.

Atur Resolusi Gambar Paling Tinggi

Terkadang tidak banyak yang mengerti tentang pengaturan kamera handphone. Padahal sebagian besar handphone saat ini memiliki fitur untuk mengatur resolusi gambar secara manual.

Pilih resolusi tertinggi sehingga dapat menghasilkan gambar yang lebih baik.

Beberapa pengaturan untuk masing-masing handphone mungkin berbeda-beda namun pastikan pengaturan pada posisi untuk mendapatkan gambar dengan mode best quality.

Pilih objek foto yang menarik ya

Sekalipun kamu sudah jago banget memotret, menguasai beragam teknik fotografi yang njlimet  dan tinggi-tinggi bahasanya, tapi kalo objek yang dipotret kurang menarik yah sama saja.

Pasti hasil fotonya kurang menarik nanti.

Oke, kita bisa memikirkan bagaimana cara membuat yang tak menarik tadi jadi tampak menarik, tapi untuk mempermudah silakan cari objek yang menarik sedari awal.

Latih tanganmu memegang handphone dengan stabil

Untuk melatihnya bisa dengan cara memegang tangan pacar di depan papanya :D.

Kalau sudah tidak gemetar, berarti kamu cukup teruji hehehe.

Tak ada satu orang pun yang senang melihat foto yang blur atau tampak kabur semuanya.

Demikian juga saat kamu memotret dengan handphone ataupun jenis kamera lainnya. Beberapa tips ini akan membantu kamu agar bisa menjaga tangan tetap stabil.

Saat memotret tahan sedikit sampai kamera selesai menyimpan fotonya

Ini pengalaman saya pribadi. Pernah disuruh memotret teman dan pacarnya. Keduanya sudah bergaya penuh kemesraan, dan saya dengan percaya diri memotret keduanya.

Jepret.. Jepret, karena terbiasa dengan DSLR yang full speed, langsung saya serahkan hasilnya ke mereka biar dilihat.

Eh.. Malah diprotes, kok fotonya blur semua katanya, padahal sudah terkunci fokus tadi. Ternyata oh ternyata, rentang waktu memotret di smartphone itu punya jeda cukup panjang.

Saat ditekan layarnya, kamera tak langsung memotret plus terkadang waktu shutter yang dipilih cukup lambat sehingga bergoyang sedikit hasilnya pasti blur.

Jadi kalo kamu ingin hasil fotonya bagus, sabar sedikit sebelum mengecek hasil fotonya ya.

Bersihkan lensa smartphonemu dari minyak, kotoran dan debu

Rata-rata setiap orang senantiasa menggenggam smartphone saat bepergian kemana saja.

Hal ini membuat smartphone menjadi benda yang paling rentan terhadap debu dan kotoran yang ada di sekeliling kita.

Tak seperta lensa kamera digital yang dibekali dengan lens cap atau penutup lensa, lensa yang ada di smartphone tentu tak dibekali hal semacam itu.

Bahkan sekalipun menggunakan case pelindung, bagian kaca lensa tentu dibiarkan terbuka.

Oleh karena itu biasakan untuk membersihkan lensa sebelum memotret, gunakan kain halus semacam pembersih kacamata untuk membersihkan dari kotoran atau sidik jari yang menempel.

Buat foto bercerita

Salah satu trik supaya fotomu tampak menarik dan berkesan adalah membuat foto bercerita. Maksudnya adalah setiap orang yang melihat foto yang kamu potret itu, bisa mengerti makna dibalik pembuatan foto tersebut.

Agar lebih mudah dipahami orang yang melihat, sediakan dua atau lebih foto yang saling terkait satu sama lain.

Trik ini akan menarik jika kamu lakukan saat traveling atau jalan-jalan.

Sekali-sekali cobalah jenis foto human interest. Pasti kamu akan tertarik.

MENDEKATLAH KEPADA SUBJEK ANDA

Salah satu alasan yang paling sering terjadi ketika memotret dengan kamera hp adalah gambar yang dihasilkan tidak jelas dan kabur. Kenapa? Karena kita sering menggunakan zoom. Zoom bisa membuat atau menurunkan kualitas foto kita sehingga tidak terlihat tajam. Itulah sebabnya, gunakan kamera dengan benar, posisikan diri anda agar berada pada jarak yang cukup sehingga keseluruhan bidikan anda bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Jadilah fotografer yang bijak.

Belajar Komposisi

Komposisi itu penting. Karena pengetahuan yang benar tentang komposisi akan menolong anda untuk menghasilkan gambar yang bagus. Memang benar bahwa mempelajari komposisi bukanlah hal yang mudah, namun tanpa komposisi, adalah sangat sulit untuk menciptakan sebuah gambar yang bagus. Karena itu, untuk memudahkan anda dalam mengatur komposisi maka ketika hendak mengambil gambar, coba pikirkan kembali apakah objek, latar, dan benda-benda yang nampak dalam frame sudah cocok atau belum. Hal ini akan menolong anda untuk memikirkan langkah pemotretan selanjutnya.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa mengambil gambar dengan menggunakan kamera handphone sangatlah praktis dan mudah, akan tetapi perlu diperhatikan teknik dan cara tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memuaskan. Selain itu juga, perhatikan kamera handphone anda agar tetap terjaga dan bersih sehingga mampu memberikan kualitas yang baik pada setiap gambar yang diambil. Kebersihan lensa sangatlah penting untuk dirawat secara berkala agar tetap awet.

Foto sesering mungkin

Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin sampai memory di handphone anda penuh, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.

Terapkan Landscape

Teknik fotografi Hp Android selanjutnya adalah menerapkan landscape. Bagi kalian para pengguna smartphone tentunya telah terbiasa memegang Hp pada posisi vertikal. Namun biasakanlah untuk mengambil foto dengan posisi landscape atau horizontal. Terutama bila foto yang kamu bidik adalah foto pemandangan ataupun moment yang memerlukan banyak background. Maka sangat penting untuk kamu memiliki posisi bidikan dengan menggunakan landscape agar hasil foto kamu memiliki unsur yang lebih baik dengan background yang mendukung.

Kombinasikan Object Utama dengan Sekunder

Akan sangat hampa rasanya jika kamu hanya memotret satu object yang berdiri sendiri tanpa object lain sebagai pembanding maupun pendamping. Mulai sekarang lakukanlah eksperimen pada viewfindermu, masukkanlah object terdekat yang berada dari object utama yang ingin kamu foto.  Misalnya, kamu ingin mengambil foto anak kecil yang sedang bermain ditaman bunga, maka kamu dapat memposisikan kamera smartphone kamu didekat bunga sehingga masuk sedikit pada viewfinder selagi memfoto anak kecil yang menjadi object. Akan lebih baik lagi bila bunga tersebut blur dan focus foto terdapat pada anak kecil yang sedang bermain tersebut.

Lebih Dekat dan Penuhi Viewfinder

Saat kamu berada jauh dari objek foto, kamu hanya akan mendapatkan figure kecil yang kalah dari background sekitar. Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus sebaiknya hindari fitur zoom karena akan mengurangi kualitas gambar. Yang harus kamu lakukan adalah mendekat dan penuhi viewfinder atau layar smartphone dengan objek fotomu.

Hemat baterai

Kamera (digital) yang kehabisan baterai tak ada gunanya, demikian juga untuk smartphone. Tak ada baterai berarti tak bisa memotret. Karena itu Puan menekankan pentingnya menjaga baterai gadget saat traveling. Apalagi, belum tentu daerah tujuan atau lingkungan sekitar menyediakan colokan listrik untuk mengisi baterai perangkat. “Biasanya saat traveling ke daerah yang susah sinyal, ponsel saya ubah ke airplane mode untuk menghemat baterai. Ponsel akan terus berupaya mencari sinyal saat sinyal lemah atau tidak ada sehingga bisa memboroskan baterai,” tutur Puan.

Sumber: Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber, dengan menautkan sumber di sub artikel

Baca Juga Artikel yang Relevan Berikut ini!
Foto dengan Ponsel Bisa Sebagus Itu
Kisi-kisi PATBK Kelas XI IPS TP.2018/2019 

Pembahasan Soal Fenomena Perubahan Sosial


Guru: Selamat pagi anak-anak?
Siswa: Selamat pagi pak?
Guru: Gimana kabarmu?
Siswa: Baik pak
Guru: Sudah makan belum?
Siswa: Belum pak
Guru: Ya sudah sekalian puasa saja
Siswa: (pada mlongo)


Guru: Saya punya pertanyaan. Ini mudah kok. Barang siapa yang bisa jawab, nanti Bapak ajak makan. Mau?
Siswa: mau mau mau…
Guru: Ok siap-siap ya
Siswa: Iya pak
Guru: Saya akan tayangkan soal di lcd ya. Sekalian saya yang bacakan soal.
Siswa: Iya pak
Guru: Kamu kan belum sarapan to?
Siswa: Iya pak
Guru: Biar tidak semaput gara-gara baca soal, saya yang bacakan soalnya
Siswa: Setuju pak
Guru: Ok. Perhatikan dan dengarkan ya
Siswa: Iya pak

Guru: Perhatikan beberapa pernyataan berikut ini!
1) Hujan lebat menyebabkan Sungai Ciliwung meluap.
2) Terjadi gempa tektonik di sekitar Laut Jawa.
3) Konflik antarnegara menyebabkan timbulnya banyak korban.
4) Penggunaan telepon seluler memudahkan manusian menjalin komunikasi.
5) Demonstrasi kaum buruh menyebabkan perubahan undang-undang ketenagakerjaan.



Fenomena perubahan sosial ditunjukkan oleh angka....
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 2), dan 4)
c. 1), 3), dan 5)
d. 2), 4), dan 5)
e. 3), 4), dan 5)

Guru: Hayo siapa yang mau jawab
Siswa: Saya pak
Guru: Apa jawabanmu
Siswa: Anu pak, a
Guru: Oh iya. Bisa kasih alasan
Siswa: Iya pak
Guru: Apa
Siswa: Karena saya pingin dibelikan sarapan pak
Guru: Waladalah. Kamu kok ngenes temen to le le
Siswa: Hehehe…
Guru: Jane jawaban ini pas untuk didengarkan menteri sosial le
Siswa: Wah iya ya
Guru: Iya. Secara nasib, kamu cocok jadi menteri sosial le
Siswa: Lho kok bisa pak
Guru: Iya, kan menjiwai banget nantinya
Siswa: Walah walah

Guru: Ok ada yang lain
Siswa: Ada pak
Guru: Apa
Siswa: Iya. B pak
Guru: Kenapa?
Siswa: Kan di tivi ada berita pak, ada bencana di NTB. Itu rusak semua pak. Kemarin juga saya nyumbang untuk donasi kemanusiaan.
Guru: Wah bagus sekali kamu, saya malah belum
Siswa: Iya pak

Siswa: Pak kenapa sih murid-murid sering ditariki untuk sumbangan bencana? Gurune malah tidak pernah ditariki. Siswa kan sangune sedikit pak.
Guru: Iya ya. Kenapa ya… Coba nanti saya tanyakan
Siswa: Lho jenengan kan juga guru pak
Guru: Oh… klo saya sih sering kasih le. Tapi tidak pernah saya lihatkan. Kan ada pepatah lebih baik tangan di bawah dari pada tangan di atas. Iya kan?
Siswa: Kebalik pak?
Guru: Lho yang bener gimana? 
Siswa: Yang bener yang nyumbang pak. Urusan dimana posisi tubuh kita, yang penting nyumbang pak. 
Guru: ok ok  (sambil mlongo)
Siswa: (halah ngapusi)
Siswa: Apakah benar pak jawaban saya?
Guru: Benar untuk sikapmu yang sangat mulia itu.
Siswa: Berarti saya dapat sarapan ya pak?
Siswa: Hahaha….
Guru: (pura-pura tidak dengar). 

Guru: Siapa lagi yang mau menjawab
Siswa: Pak pak, mau kasih sarapan aja kok muter-muter
Guru: Ini bukan masalah muter-muter ya. Ini adalah latihan soal biar kamu terbiasa menjawab soal. Biar nilai kamu di UN nanti bagus-bagus. Ok
Siswa: Ok ok

Guru: Siapa lagi
Siswa: (lama ngak ada yang jawab)
Guru: Ya sudah saya jawab ya. Fenomena perubahan sosial itu adalah semua peristiwa sosial yang menggambarkan sebuah unsur-unsur sosial dalam masyarakat itu berubah.
Jadi jika ada pertanyaan tentang fenomena perubahan sosial, maka pilihlah opsi yang menggambarkan peristiwa sosial. Ingat jangan pilih peristiwa alam.

Mari kita pahami opsi pilihannya.
1- Hujan lebat adalah peristiwa alam
2- gempa adalah perisntiwa alam
3- konflik sosial adalah peristiwa sosial
4- penggunaan telpon adalah peristiwa sosial
5- demonstrasi adalah peristiwa sosial
Jadi jawabannya adalah E (3, 4, 5)

Siswa: kok bisa pak?
Guru: Iya.
Siswa: Apakah hujan lebat dan gempa, tidak ada hubungannya dengan perubahan sosial?
Jika ada hubungannya, mengapa tidak termasuk fenomena perubahan sosial?
Guru: Betul, hujan lebat dan gempa sangat berhubungan dengan perubahan sosial. Hal ini dapat dilihat, banyaknya perubahan sosial pasca terjadi hujan lebat dan gempa. Namun perlu di ingat, yang ditanyakan adalah fenomena tentang perubahan sosial, bukan sebuah fenomena alam yang mengakibatkan perubahan sosial.

Siswa: Terus seberapa besar pak sebuah fenomena alam mempengaruhi sebuah perubahan sosial?
Guru: Sebesar cintamu yang tidak pernah kau berikan kepada alam semesta ini.
Siswa: walah
Siswa: Berarti fenomena alam  bisa mempengaruhi perubahan sosial dong?
Guru: (sak karepmu le...!!! dikandani ngeyel!!! sembari mengirim wa kepada temannya tentang donasi untuk bencana alam NTB)

Sumber: http://www.mgmpsosiologijateng.com/2018/08/pembahasan-soal-fenomena-perubahan.html